May 18, 2022

Bank Indonesia Postif Penjualan Eceran Maret 2022, Karena Ini!

Bank Indonesia Postif Penjualan Eceran Maret 2022, Karena Ini

Bank Indonesia Postif Penjualan Eceran Maret 2022, Karena Ini

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Erwin Haryono menyampaikan kinerja penjualan eceran pada Maret 2022 diramal meningkat. Hal tersebut tercemin dari Indeks Penjual Rill (IPR) pada Maret 2022 sebesar 204,0 atau secara bulanannya tumbuh sebesar 2,0 persen, lebih tijnggi dibandingkan -4,5 persen pada bulan sebelumnya.

“ Peningkatan terjadi pada sebagian besar kelompok, utamanya kelompok sandang, suku cadang dan aksesori, barang budaya dan rekreasi serta makanan, minuman dan tembakau, sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat saat pelonggaran PPKM, kasus Covid-19 yang melandai, serta dimulainya persiapan bulan Ramadan,” kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono.

Sementara untuk secara tahunan, penjualan eceran Maret 2022 diprakirakan tetap tumbuh, yaitu sebesar 8,6 persen y-on-y atau lebih rendah dari 12,9 persen y-on-y pada Februari 2022. Kelompok yang tercatat tetap tumbuh tinggi antara lain Bahan Bakar Kendaraan Bermotor serta makanan, minuman dan tembakau.

Ia menyebut pada bulan Februari 2022 hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) mengindikasikan kinerja penjualan eceran tetap kuat. Hal tersebut tercermin dari IPR Februari 2022 yang tercatat sebesar 200,0 atau tetap tumbuh kuat sebesar 12,9 persen y-on-y,  meski tidak setinggi pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang sebesar 15,2 persen y-on-y

“ Kelompok yang tercatat tetap tumbuh kuat antara lain makanan, minuman dan tembakau, serta Bahan Bakar Kendaraan Bermotor. Secara bulanan, kinerja penjualan eceran tercatat turun -4,5 persen secara bulanan dari -3,1 m-to-m pada bulan sebelumnya. Penurunan terjadi pada mayoritas kelompok komoditas, terutama pada kelompok suku cadang dan aksesori, barang budaya dan rekreasi, serta Bahan Bakar Kendaraan Bermotor.

Dari sisi harga, responden memprakirakan tekanan inflasi pada Mei dan Agustus 2022 (3 dan 6 bulan yad) meningkat. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Mei diprakirakan mencapai 141,3, lebih tinggi dibandingkan 139,1 atau sejalan dengan pola historis kenaikan harga saat HBKN Idulfitri. IEH Agustus juga diprakirakan meningkat menjadi 132,4 dari 129,8.

Sekadar informasi, sebelumnya Survei Bank Indonesia (BI) memperkirakan penjualan eceran meningkat pada triwulan IV-2021 sejalan dengan pelonggaran PPKM secara bertahap sejak Oktober 2021 dan kasus Covid-19 yang terkendali sehingga mendorong aktivitas masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.