May 19, 2022

Presiden Putin Hadir di KTT G20

Presiden Putin Hadir di KTT G20

Presiden Putin Hadir di KTT G20

Presiden Rusia Vladimir Putin dikabarkan bakal hadir pada KTT G20 yang dilaksanakan di Bali pada November 2022.

Seperti diketahui, Rusia juga termasuk dalam negara Kelompok Duapuluh atau G20.

Duta Besar Rusia di Jakarta Lyudmila mengatakan saat ini negara barat berusaha untuk mengeluarkan Rusia dari kelompok G20.

“Tidak hanya G20, banyak organisasi berusaha untuk mengusir Rusia. Reaksi Barat benar-benar tidak proporsional,” kata duta besar Vorobieva dikutip dari Reuters, Rabu (23/3/2022).

Amerika Serikat (AS) dan para negara-negara sekutu baratnya, juga sedang menilai apakah Rusia harus tetap berada dalam G20 atau tidak setelah serangannya ke Ukraina. Sanksi yang diberikan Rusia bertujuan mengisolasi negara yang dipimpin Putin tersebut dari ekonomi global.

Meski ada ancaman tersebut, namun Vorobieva mengatakan Rusia tetap mendukung Presidensi Indonesia di G20 tahun ini.

Seperti diketahui, Rusia saat ini menghadapi banyak sanksi internasional yang dipimpin oleh negara-negara Barat, yang bertujuan untuk mengisolasinya dari ekonomi global, termasuk secara khusus menutupnya dari sistem pembayaran bank global SWIFT dan membatasi transaksi oleh bank sentralnya.

Selain G20, Pejabat Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Jenewa mengatakan, banyak delegasi di sana menolak untuk bertemu delegasi Rusia.

“Banyak pemerintah telah mengajukan keberatan atas apa yang terjadi di Ukraina, dan keberatan ini telah terwujud dalam kurangnya keterlibatan dengan anggota yang bersangkutan,” kata juru bicara WTO Keith Rockwell.

Dilaporkan mereka yang tidak terlibat dengan Rusia di WTO adalah Uni Eropa (UE), AS, Kanada, dan Inggris. Sebelumnya, G7 diperluas ke format “G8” dengan memasukkan Rusia ke dalam kelompok ini, selama periode hubungan yang lebih hangat di awal tahun 2000-an.

Namun, Moskow diskors tanpa batas waktu dari kelompok itu setelah aneksasi Krimea pada tahun 2014.

Sekadar informasi, Rusia telah mengirimkan sinyal yang paling jelas bahwa ia akan segera gagal bayar pertama kalinya. Lantaran gagal memenuhi kewajiban utang luar negerinya sejak revolusi Bolshevik lebih dari seabad yang lalu. Melansir dari CNN, Rabu (16/3/22), Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov mengatakan setengah dari cadangan devisa negara itu sekitar US$315 miliar telah dibekukan oleh sanksi Barat yang diberlakukan setelah invasi ke Ukraina.

“ Akibatnya, Moskow akan membayar kreditur dari “negara-negara yang tidak bersahabat” dalam rubel sampai sanksi dicabut,” kata Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov, dikutip dari CNN, Rabu (16/3/2022).[]

Leave a Reply

Your email address will not be published.