May 18, 2022

Ekonomi Tidak Pasti, Harga Minyak Dunia Terus Melambung Tinggi

Minyak mentah naik

Minyak mentah naik

Harga minyak dunia sepanjang 2021 lalu terus mengalami peningkatan cukup signifikan. Tercatat kenaikan harga minyak dunia mencapai 69,5 persen jika dibandingkan tahun 2020 (year on year/yoy).

Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan berkata bahwa kenaikan harga minyak juga terjadi memasuki awal 2022 ini yang disebabkan pertumbuhan ekonomi global pascapandemi Covid-19, ditambah masih ketatnya penambahan produksi oleh kartel minyak OPEC+.

Hal ini dikhawatirkan bisa menimbulkan ketidakpastian ekonomi secara global. Sebab dengan mulai tumbuhnya perekonomian global, maka akan berpengaruh terhadap suplai atau ketersediaan dan demand (permintaan) minyak dunia.

Sepanjang 2020, konsumsi minyak dunia hanya 88,5 juta barrel per hari. Sedangkan di 2021 terjadi peningkatan signifikan ke 96.2 juta barel per hari.

Sementara pada tahun 2022 ini, konsumsi minyak dunia di harapkan mencapai 99.53 juta barel minyak per hari (BOPD). Angka itu menyamai konsumsi di tahun 2019 sebelum terjadinya pandemi.


“ Tinggal bagaimana suplainya di tengah OPEC+ yang masih menahan untuk memompa lebih banyak lagi minyak mereka. Apalagi, Rusia sebagai anggota OPEC+ saat ini sedang berkonflik,” kata Mamit Setiawan dalam keterangan yang diterima Akurat.co, Kamis (3/3/2022).

Hal ini lantaran bisa menimbulkan ketidakpastian pasokan dan pertumbuhan ekonomi secara global.

Jangan Baca Ini jika Kamu belum Siap Menjadi Kaya dalam 36 Hari!
Bagaimana Cara Menjadi Kaya dalam 30 Hari? Baca di Website Ini
Mamit melanjutkan dengan kenaikan harga minyak dunia saat ini, bisa dipastikan ongkos produksi produk energi seperti bahan bakar minyak (BBM) dan LPG akan mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Kenaikan BBM dan LPG, kata dia, nantinya akan diikuti dengan kenaikan produk-produk lain karena BBM dan LPG sebagai sumber energi primer untuk produk lain.

“ Tidak melulu bicara BBM dan LPG, tetapi juga produk turunan yang di hasilkan karena ada peningkatan ongkos produksi. Adanya kenaikan ini bisa menimbulkan inflasi ke depannya.Kita mesti mewasdai ini,” tutur Mamit.

Tercatat hingga Rabu (2/3/2022), harga minyak WTI kontrak April 2022 di New York Mercantile Exchange berada di US$106,02 per barel, menguat 2,32 persen setelah kemarin melonjak 8,03 persen.

Kemarin, harga minyak Brent kontrak Mei 2022 di ICE Futures naik 7,14 persen ke US$104,97 per barel. Dalam perdagangan intraday, Brent mencapai tertinggi sejak Juli 2014 dan WTI tertinggi sejak Juni 2014.

Harga minyak menguat dalam tiga hari perdagangan sejak awal pekan karena konflik Barat dan Rusia setelah ada serangan ke Ukraina makin panas

Leave a Reply

Your email address will not be published.